Tipe Indikator Kinerja

8029452914_0c23de9676_mPada tulisan sebelumnya telah dijelaskan mengenai perbedaan kinerja dan kerja serta tulisan mengenai apa sebenarnya pengertian kinerja. Pada tulisan ini akan menjelaskan mengenai tipe-tipe indikator kinerja itu.

Indikator terdiri dari angka dan satuannya. Angka menjelaskan mengenai nilai (berapa) dan satuan memberikan arti dari nilai tersebut (apa). Angka yang digunakan sebagai indikator kinerja menghasilkan beberapa tipe indikator kinerja. Berdasarkan tipenya, indikator kinerja dapat dibagi menjadi :

Tipe Indikator Kinerja : Kualitatif

Indikator dalam tipe ini menggantikan angka dengan menggunakan bentuk kualitatif. Nilai yang diberikan berupa suatu kelompok derajat kualitatif yang berurutan dalam suatu rentang skala. Nila A, B, C, D, E (atau F) yang tercantum dalam ijazah merupakan contoh penggunaan indikator seperti ini. Skala yang digunakan dapat terdiri dari dua atau lebih. Semakin banyak skala yang digunakan, semakin tipis gradasi dari nilai-nilai yang diberikan. Apabila penggunaan dua skala akan memberi jawaban yang “hitam” atau “putih”, skala yang lebih banyak akan memberikan variasi-variasi “abu-abu” diantara “hitam” dan “putih”.

Penggunaan indikator kualitatif yang baik adalah yang dapat mengurangi subyektivitas. Salah satu upaya itu adalah dengan cara melengkapi rentang skala dengan seperangkat kriteria pemenuhan kualitas. Sebaiknya kriteria ini telah dapat ditentukan pada saat perencanaan.

Contoh :

Untuk menilai kualitas perencanaan kinerja suatu instansi pemerintah digunakan 8 kriteria, yaitu : (1) memiliki dokumen rencana jangka menengah (2) memiliki dokumen rencana kinerja tahunan (3) menerapkan prinsip partisipasi dalam penyusunan rencana (4) menerapkan analisis lingkungan yang memadai sebagai dasar perencanaan (5) mempunyai tujuan jangka menengah dan sasaran tahunan yang berorientasi outcome (6) dilengkapi dengan indikator kinerja yang baik (7) membuat target-target kinerja (8) mempunyai strategi yang jelas untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Dengan menggunakan rentang skala dalam tabel diatas, suatu instansi pemerintah yang memenuhi kriteria tersebut kecuali penerapan prinsip partisipasi dalam penyusunan rencana (kriteria nomor 3) berarti memenuhi 7 dari 8 kriteria sehingga untuk penilaian perencanaan kinerja termasuk dalam kualitas “baik”.

Tipe Indikator Kinerja : Kuantitas Absolut

Indikator dalam tipe ini menggunakan angka absolut. Angka absolut adalah angka bilangan positif, nol, negatif, termasuk dalam bentuk pecahan atau desimal.

Contoh :

Jumlah peserta pelatihan (50 Orang)

Rata-rata nilai ujian peserta (6,5 per orang)

Suhu dalam lemari pendingin (minus 10 derajat Celsius)

Tipe Indikator Kinerja : Persentase

Indikator dalam tipe ini menggunakan perbandingan/proporsi angka absolut dari suatu yang diukur dngan total populasinya. Persentase umumnya berupa angka positif termasuk dalam bentuk pecahan desimal.

Contoh :

Persentase peserta pelatihan dengan latar belakang pendidikan minimal S1 (70%)

(Jumlah peserta pelatihan dengan latar belakang pendidikan minimal S1 dibandingkan dengan jumlah seluruh peserta)

Persentase penduduk usia produktif terhadap total penduduk (41,38%)

(Jumlah penduduk usia produktif dibandingkan dengan jumlah total penduduk)

Persentase daratan yang ditutupi oleh hutan (27,5%)

(Luas daratan yang ditutupi oleh hutan dibandingkan dengan total luas daratan)

Tipe Indikator Kinerja : Rasio

Indikator dalam tipe ini menggunakan perbandingan angka absolut dari sesuatu yang akan diukur dengan angka absolut lainnya yang terkait.

Contoh :

Rasio peserta pelatihan pria dengan peserta pelatihan wanita

(Perbandingan antara jumlah peserta pelatihan pria dengan jumlah peserta pelatihan wanita)

Rasio guru dengan murid

(Perbandingan antara jumlah guru yang mengajar di kelas dengan jumlah murid)

Rasio doktor per 1000 penduduk

(Perbandingan antara jumlah dokter yang memberikan pelayanan kesehatan di suatu wilayah dengan jumlah penduduk di wilayah tersebut dan pada kurun waktu yang sama)

Tipe Indikator Kinerja :  Rata-Rata

Angka dalam bentuk rata-rata biasanya merupakan angka rata-rata dari sejumlah kejadian atau populasi. Angka rata-rata ini berarti membagi total angka untuk sejumlah kejadian atau populasi kemudian dibagi dengan jumlah kejadiannya atau jumlah populasinya.

Contoh :

Angka kematian bayi

(Rata-rata jumlah kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup)

Angka partisipasi kasar

(Jumlah siswa di jenjang pendidikan tertentu dalam suatu wilayah terhadap jumlah penduduk kelompok usia penduduk wilayah yang sama)

Angka penghilangan hutan (Deforestation) rata-rata pertahun alam

(Rata-rata pengalihan daerah hutan alam menjadi bentuk yang lain dalam satu tahun, termasuk didalamnya untuk menjadi daerah hunian, infrastruktur, peternakan, pertanian. Angka negatif menunjukkan pengalihan bentuk non hutan menjadi hutan)

Tipe Indeks

Angka dalam bentuk indeks biasanya merupakan gabungan angka-angka indikator lainnya yang dihimpun melalui suatu formula maupun pembobolan pada masing-masing variabelnya.

Contoh :

Indeks Pembangunan Manusia – IPM

(IPM merupakan indeks composite yang dihitung dari (a) angka harapan hidup waktu lahir; (b) Indeks Pendidikan yang terdiri dari angka melek huruf dan angka rata-rata lama sekolah; serta (c) angka pengeluaran per kapita ril yang disesuaikan)

Indeks Kemiskinan Manusia – (IKM)

(IKM merupakan Indeks composite yang terdiri dari indikator-indikator (a) kemungkinan tidak dapat bertahan hidup sampai umur 40 tahun (b) angka buta huruf dewasa; serta (c) kekuranglayakan tingkat kehidupan yang terdiri dari (i) persentase penduduk tanpa air bersih; (ii) persentase penduduk tanpa akses pada sarana kesehatan; dan (iii) persentase balita berstatus kurang gizi)

Sharing

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Pemerintah.net © 2016