PNS Boleh Berpoligami Dengan Membayar 1 Juta Rupiah

PNS boleh berpoligami

Poligami merupakan suatu tindakan yang saat ini masih menjadi pro kontra di masyarakat. Hal ini dikarenakana perbedaan pendapat / pandangan masyarakat. Masih banyak yang menganggap poligami adalah suatu perbuatan negatif. Pandangan itu tidak berbeda jauh jika ditilik dari lingkungan Pegawai Negeri Sipil. Namun di Lingkungan Pemerintah Lombok Timur, PNS boleh berpoligami dapat membayar kontribusi sebesar 1 Juta Rupiah ke kas daerah.

Kebijakan tersebut sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 26 Tahun 2014, terkait pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Dalam aturan tersebut, PNS yang mengajukan izin melakukan perkawinan kedua (poligami) dikenakan biaya kontribusi sebesar Rp 1 juta.

Bupati Lombok Timur Ali Bin Dachlan mengatakan tujuan diberlakukan Perbup ini bukan berarti memberikan izin kepada PNS berpoligami, namun justru mempersulit poligami. Sebab ketentuan perkawinan tetap mengacu kepada Peraturan Pemeritah (PP) Nomor 10 Tahun 1983 jo PP Nomor 45 Tahun 1990, yang mencantumkan syarat-syarat PNS berpoligami.

Ali menambahkan, tujuan ditariknya denda poligami tersebut untuk mencegah tindakan korupsi dan penyuapan. Sebab, selain proses pengajuan poligami yang sulit, mereka juga akan dikenakan biaya.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lombok Timur Najamudin mengatakan, aturan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk menggali potensi yang ada di daerah guna menambah pendapatan asli daerah (PAD) melalui pendapatan lain-lain yang sah.

Untuk diketahui ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh PNS yang ingin berpoligami. Pertama adalah syarat alternatif dan kedua adalah syarat kumulatif. Untuk lebih jelasnya dapat membaca artikel Syarat Berpologami Bagi PNS. Untuk itu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin berpoligami harus berpikir panjang terkait syarat-syarat yang harus dipenuhinya.

 

Sharing

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Pemerintah.net © 2016