Penyetaraan Tunjangan Profesi Guru dari K13 ke KTSP

pendidikanDengan telah diterapkannya kembali KTSP menggantikan K13 maka berdampak pada tunjangan profesi guru (TPG). Hal tersebut disebab tidak mampunya guru mengejar beban minimal mengajar 24 jam tatap muka per pekan. Untuk itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan langkah antisipasi dengan mengeluarkan kebijakan ekuivalensi atau Penyetaraan Tunjangan Profesi Guru.

Tujuan dari dikeluarkannya kebijakan tersebut agar guru-guru yang terpangkas jam mengajarnya itu tetap bisa mengejar batas minimal 24 jam tatap muka per pekan.

Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemedikbud Sumarna Surapranata menuturkan ada lima kegiatan yang diekuivalen seperti mengajar di dalam kelas. “Pembobotannya juga ada. Sama seperti bobot mengajar di kelas,” jelasnya. Baca juga : Lomba Menulis Surat Remaja Tahun 2015.

Kelima kegiatan itu adalah menjadi wali kelas disetarakan dengan beban mengajar 2 jam pelajaran per pekan. Kemudian menjadi pembina OSIS setara 1 jam pelajaran, menjadi guru piket setara 1 jam pelajaran, membina kegiatan ekstrakurikuler berbobot 2 jam pelajaran, dan terakhir menjadi tutor paket A, B, dan C serta pendidikan kesetaran memiliki bobot sesui dengan alokasi jam pelajaran yang dilakukan.

“Ketentuan ini hanya untuk guru yang kemarin mengajar K-13 tetapi sekarang kembali ke KTSP. Tidak berlaku untuk guru SD,” tandas pejabat yang akrab disapa Pranata itu.

Ketentuan lainnya adalah tambahan dari kebijakan ekuivalensi ini maksimal hanya 6 jam pelajaran per pekan. Artinya 18 jam pelajaran lainnya harus didapat guru dari kegiatan mengajar di dalam kelas.

Dengan kebijakan ini Pranata menjelaskan kebijakan perubahan implementasi K-13 menjadi KTSP tidak merugikan guru. Guru-guru yang jam mengajarnya terpangkas, tetap bisa mendapatkan TPG melalui skenario ekuivalensi itu.

Sumber : JPNN

Sharing

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Pemerintah.net © 2016