Pengertian Kinerja dan Kerja

strategi-promosi-penjualanMasih banyak organisasi yang sulit membedakan antara pengertian kinerja dan kerja. Ada yang menganggap keduanya sama saja. Ada pula yang mengatakan bahwa kinerja adalah kegiatan yang dibiayai atau diberi anggaran agar dapat berfungsi.

Tidak dapat disalahkan apabila muncul pendapat yang berbeda-beda mengenai hal itu karena memang penggunaan istilah kinerja termasuk baru dalam kancah perbahasaan kita. Paradigma lama yang biasa digunakan organisasi dengan berfokus pada input, proses dan output menyebabkan organisasi cenderung menyatakan bahwa sekedar menggunakan dana (input) atau melakukan suatu kegiatan (proses), atau membuat suatu buku pedoman (output) sudah merupakan suatu kinerja. Baca juga : Penyusunan Laporan Kinerja.

Perubahan paradigma yang mendasar menjadi berfokus pada outcome yang berupa perubahan yang terjadi setelah adanya output akan sangat menentukan kesungguhan organisasi untuk benar-benar berkinerja.

Apabila dimasa lalu organisasi cukup memberikan janji mengenai kinerja, kini seiring dengan gelombang menuju kepemerintahan yang baik (good governance) organisasi diwajibkan untuk memenuhi janjinya dan memberikan bukti mengenai pemenuhan janji tersebut. Kinerja yang dijanjikan harus diukur apakah benar-benar telah dipenuhi. Untuk mengukur kinerja menggunakan alat ukur yang disebut dengan indikator kinerja.

Indikator kinerja akan memberikan gambaran mengenai apakah organisasi berhasil atau gagal memenuhi janjinya. Lebih jauh lagi, indikator kinerja akan memberikan informasi mengenai kinerja suatu organisasi atau seseorang apakah dia berhasil atau gagal, baik atau tidak baik, sesuai ketentuan atau tidak dan sebagainya. Dengan adanya informasi tersebut, organisasi dapat membuat keputusan-keputusan yang dapat diperbaiki kegagalan, mempertahankan keberhasilan, dan meningkatkan kinerja di masa yang akan datang.

Indikator kinerja merupakan alat bantu atau media yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu instansi dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Biasanya, indikator kinerja akan memberikan rambu atau sinyal mengenai apakah kegiatan atau sasaran yang diukur telah berhasil dilaksanakan atau dicapai sesuai dengan yang direncanakan.

Indikator kinerja yang baik akan menghasilkan informasi kinerja yang memberikan indikasi yang lebih baik dan lebih menggambarkan mengenai kinerja organisasi. Selanjutnya apabila didukung dengan suatu sistem pengumpulan dan pengolahan data kinerja yang memadai maka kondisi ini akan dapat membimbing dan mengarahkan organisasi pada hasil pengukuran yang andal (reliable) mengenai hasil apa saja yang telah diperoleh selama periode aktivitasnya.

Lebih jauh lagi, indikator kinerja tidak hanya digunakan pada saat menyusun laporan pertanggungjawaban. Indikator kinerja juga merupakan komponen yang sangat krusial pada saat merencanakan kinerja. Berbagai peraturan perundang-undangan sudah mewajibkan instansi pemerintah untuk menentukan indikator kinerja pada saat membuat perencanaan.

Dengan adanya indiaktor kinerja, perencanaan sudah mempersiapkan alat ukur yang akan digunakan untuk menentukan apakah rencana yang ditetapkan telah dapat dicapai. Penetapan indikator kinerja pada saat merencanakan kinerja akan lebih meningkatkan kualitas perencanaan dengan menghindari penetapan-penetapan sasaran yang sulit untuk diukur dan dibuktikan secara obyektif keberhasilannya.

Sharing

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Pemerintah.net © 2016