Kurikulum 2013

kurikulum 2013

Kurikulum 2013 telah diimplementasikan sejak pertengahan tahun 2013 namun hingga saat ini masih terjadi pro dan kontra dalam pelaksanaannya. Bahkan implementasi kurikulum 2013 masih terus ditinjau dan dievaluasi. Seperti yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di pemerintahan Presiden Joko Widodo, Anies Baswedan yang melakukan peninjauan SDN Sukmajaya 1 Depok dan SMPN 1 Depok (14/11/2014). Peninjauan ini tentunya untuk melihat seberapa jauh perkembangan implementasi kurikulum 2013 di sekolah dan dampak bagi guru dan murid.

“Dengan adanya berbagai masukan dari para guru dan siswa, kita akan perbaiki yang kurang. Karena yang penting dari penerapan kurikulum adalah tujuan proses belajar tercapai. Saya titip anak-anak sebagai wajah masa depan bangsa,” pungkas Mendikbud kepada para guru di akhir kunjungannya.

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaan di tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah percobaan. Di tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Diharapkan, pada tahun 2015 telah diterapkan di seluruh jenjang pendidikan.

Prinsip utama pengembangan kurikulum 2013 adalah didasarkan model kurikulum berbasis kompetensi dengan standar kompetensi lulusan yang ditetapkan untuk satu satuan pendidikan, jenjang pendidikan dan program pendidikan. Selain memiliki prinsip utama, kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku.

Aspek pengetahuan merupakan aspek yang ada di dalam materi pembelajaran untuk menambah wawasan siswa di suatu bidang. Di dalam struktur kurikulum ini, jenjang SD memiliki bobot pengetahuan sebanyak 20% dan 80% aspek karakter, jenjang SMP memiliki bobot pengetahuan 40% dan 60% aspek karakter, dan jenjang SMA memiliki bobot pengetahuan 80% dan 20% aspek karakter. Kurikulum 2013 memang diintegrasikan dengan pendidikan karakter yang sebelumnya telah dicanangkan pemerintah sebelum terbentuknya kurikulum ini.

Aspek keterampilan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat, melaksanakan, dan mengerjakan suatu soal atau proyek sehingga siswa dapat terlatih sifat ilmiah dan karakter yang merujuk pada aspek keterampilan. Aspek keterampilan dapat berupa keterampilan pengerjaan soal, keterampilan pengerjaan dan pelaksanaan proyek, keterampilan membuat teks, dan keterampilan dalam menjawab soal lisan.

Aspek penilaian sikap dan perilaku merupakan aspek penilaian dengan menilai sikap dan perilaku peserta didik selama proses pembelajaran. Aspek penilaian ini dinilai oleh guru dalam jurnal harian, teman sejawat dalam sebuah lembaran nilai, dan oleh diri sendiri.

Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb, sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika. Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri.

Materi Pembelajaran Tingkat Sekolah Dasar :

  • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Seni Budaya dan Prakarya (Termasuk Muatan lokal)
  • Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Termasuk Muatan lokal)
  • Bahasa Daerah (Sesuai dengan kebijakan sekolah masing-masing)

Materi Pembelajaran Tingkat Sekolah Menengah Pertama :

  • Kelompok A (Wajib)
    • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
    • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    • Matematika
    • Bahasa Indonesia
    • Ilmu Pengetahuan Alam
    • Ilmu Pengetahuan Sosial
    • Bahasa Inggris
  • Kelompok B (Wajib)
    • Seni Budaya (Rupa/Musik/Tari/Teater)
    • Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
    • Prakarya dan Kewirausahaan (Rekayasa/Kerajinan/Budidaya/Pengolahan)
    • Bahasa Daerah (Sesuai dengan kebijakan sekolah masing-masing)

Materi Pembelajaran Tingkat Sekolah Menengah Atas :

  • Kelompok A (Wajib)
    • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
    • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    • Matematika
    • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Inggris
    • Sejarah Indonesia
  • Kelompok B (Wajib)
    • Seni Budaya (Rupa/Musik/Tari/Teater)
    • Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
    • Prakarya dan Kewirausahaan (Rekayasa/Kerajinan/Budidaya/Pengolahan)
  • Kelompok C (Peminatan)
    • Matematika dan Ilmu Alam
      • Matematika Peminatan
      • Fisika
      • Biologi
      • Kimia
    • Ilmu-Ilmu Sosial
      • Sejarah Dunia
      • Geografi
      • Ekonomi
      • Sosiologi
    • Ilmu-Ilmu Bahasa
      • Bahasa Indonesia Peminatan
      • Bahasa dan Sastra Inggris
      • Bahasa Asing
      • Antropologi

Permendikbud 2013 merupakan  dasar hukum pelaksanaan Kurikulum 2013  dapat dibuka dengan Klik disini, atau disini
Bisa juga dibuka sesuai dengan kebutuhan melalui link ini:
Permendikbud No 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Permendikbud No 65 tahun 2013 tentang Standar Proses
Permendikbud No 66 tahun 2013 tenang Standar Penilain
Permendikbud No 67 tahun 2013 tentang KD dan Struktur Kurikulum SD-MI
Permendikbud No 68 tahun 2013 tentang KD dan Struktur Kurikulum SMP-MTs
Permendikbud No 69 tahun 2013 tentang KD dan Struktur Kurikulum SMA-MA
Peraturan Pemerintah No 32 tahun 2013 tentang Perubahan PP No 19 tahun 2005 tentang SNP

Sharing

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

1 Comment

Comments are closed.

Pemerintah.net © 2016